Sholat Tarawih Di Rumah? Ini Niat Dan Tata Cara Lengkapnya

0
339 views

DA’WAH – Sholat tarawih merupakan ibadah sunnah yang sering dikerjakan oleh umat Muslim saat bulan Ramadan tiba. Sholat tarawih pada umumnya dilakukan secara berjamaah di masjid. Akan tetapi, sholat tarawih dapat dikerjakan sendiri di rumah dalam situasi tertentu.

Sholat tarawih dapat dilakukan sendiri di rumah apabila memenuhi beberapa kriteria seperti usia sudah uzur, hujan yang dapat membasahi pakaian, datangnya salju, cuaca dingin, sakit berat, hingga kekhawatiran atas gangguan keselamatan jiwanya termasuk kondisi fenomenal yang tengah terjadi sekarang ini yakni pandemi virus corona atau covid-19 yang mengharuskan kita (secara zhohir) menjaga jarak dan berdiam di rumah agar penyebaran virus tersebut bisa di minimalisir.

Lalu bagaimana tata cara sholat tarawih di rumah beserta bacaannya? Simak penjelasannya berikut ini.

Rasulullah SAW dalam suatu hadits bersabda, “Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni dosa yang telah lampau.” (HR. Bukhari, Muslim).

Tata Cara Shalat Tarawih Sendiri di Rumah

1. Niat Sholat Tarawih Seorang Diri

Bagi Anda yang akan menjalankan sholat tarawih sendiri di rumah, menjelang takbiratul ihram silahkan melafalkan niat ini.

Ushallii Sunnatat taraawih rak’atayni mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat shalat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.

 

2. Niat Sholat Tarawih Berjama’ah ( Bersama Keluarga) Di Rumah

* Bagi Imam

Ushallii Sunnatat Taraawih Rak’atayni Mustaqbilal Qilbaty Imaaman Lillaahi Ta’aala

Artinya: “Aku niat shalat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat menjadi imam karena Allah Ta’ala.

* Bagi Ma’mum

Ushallii Sunnatat Taraawih Rak’atayni Mustaqbilal Qilbaty Ma’muuman Lillaahi Ta’aala

Artinya: “Aku niat shalat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat menjadi ma’mum karena Allah Ta’ala.

Dalam menjalankan sholat tarawih terdapat dua pendapat mengenai jumlah rakaatnya, yaitu 8 rakaat dan 20 rakaat. Meskipun begitu, kedua pendapat tersebut memiliki dalil yang sama-sama kuat.

 

Berikut tata cara sholat tarawih secara keseluruhan yang dilakukan sendiri di rumah yang kami lansir dari berbagai sumber.

1. Mengucap niat Sholat Tarawih.

2. Niat di dalam hati saat takbiratul ihram.

3. Mengucap takbir saat takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.

4. Membaca ta’awuz dan surah Al-Fatihah, kemudian diikuti salah satu surah dalam Al- Quran.

5. Rukuk.

6. I’tidal.

7. Sujud pertama.

8. Duduk diantara dua sujud.

9. Bangkit dari duduk, kemudian mengerjakan rakaat yang kedua dengan gerakan yang sama.

10. Salam pada rakaat kedua.

11. Istighfar dan membaca kamilin.

DO’A KAMILIN

Berikut ini adalah doa yang lazim dibaca para ulama setiap selepas sembahyang tarawih. Doa ini popular dengan sebutan “doa kamilin”. 

اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ‘ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn. Wa lin na‘mâ’I syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa ‘alâ sariirl karâmati qâ’idîn. Wa bi hûrun ‘in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha‘âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka‘sin min ma‘în. Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj‘alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su‘adâ’il maqbûlîn. Wa lâ taj‘alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma‘în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. Artinya, “Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Setelah selesai menjalankan sholat tarawih, maka silahkan melanjutkan shalat witir 3 rakaat yang diikuti 1 salam. Berikut ini lafal bacaan niat shalat witir.

Ushalli sunnatal witri tsalaasa roka’aatain mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat shalat witir tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

(Untuk Niat Imam Dan Ma’mum Menyesuaikan) 

Demikian tata cara sholat tarawih diikuti shalat witir yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah. Semoga bermanfaat bagi kita semua, Aamiiin Yaa Robbal ‘Aalamiiin

 

* Sumber : MTROCKNROLL.ID

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here