PILARJAMBI.COM I MUAROJAMBI – Bupati Muaro Jambi, Masnah Busro meresmikan Pasar Sengeti yang sudah cukup lama dinanti oleh masyarakat sengeti. Kamis (14/01/2021).
Pasar Rakyat ini digagas Ahmad Ripin, mantan Bupati, dan tempat jual beli tradisional itu diwujudkan Masnah.
Tampak hadir, Kepala OPD, Anggota DPRD, tokoh masyarakat dan keluarga besar Ahmad Ripin.
Masrul Achmad, anak kandung Ahmad Ripin mengapresiasi peresmian pasar ini. Market Place ini, bilangnya, sudah ada sedari kepemimpinan ayahnya.
“Alhamdulillah, sudah diresmikan Bupati Masnah, pasar rakyat ini. Jadi perpindahan dari pasar marga ke pasar rakyat ini bisa terwujud,” ucapnya.
Pasar Marga sendiri, sudah berdiri sejak tahun 70-an lalu. Dengan usia dan perkembangan jaman, pembangunan pasar rakyat kemudian di rancang. Barulah, terwujud saat ini.
Sementara dalam rancangan Market Place tadi, Masrul mengungkapkan pasar lama, atau Pasar Marga akan di jadikan taman.
Dengan peresmian ini, para pedagang diharapkan pria berjenggot itu dapat segera di relokasi. Untuk itu, Ia kembali berharap bupati dapat melengkapi fasilitas yang ada.
“Misalnya pedagang dari Rantau Majo, Tantan, Kedotan membawa hasil perkebunan, ikan bisa masuk ke pasar ini kalau sudah ada jalan. Disini kan ada 3 jalan yang bisa masuk,” paparnya.
Hal senada di sampaikan Rozali Ramli. Bilangnya, masyarakat antusias dengan pembangunan pasar tersebut. Tinggal bagaimana, pengelolaan pasar.
“Dengan berdirinya pasar ini, dapat membantu ekonomi masyarakat Sekernan umumnya masyarakat Kabupaten Muaro Jambi. Karena kalau pasar yang ada itu kita bandingkan dengan pasar kabupaten, sudah tidak layak. Karena pasar itu di bangun jaman margo dulu,” paparnya.
Selanjutnya, Ia berharap pemerintah segera merelokasi dan kemudian melengkapi fasilitas yang ada. Bukan apa-apa, pasar ini berada di lokasi strategis yang dapat di akses dari 3 jalan.
“Salah satunya, jalan. Mungkin akan ada jalan lagi untuk dari jalan lintas,” kata Rozali seraya menunjuk jalur tersebut.
Masih disampaikan Rozali yang akrab disapa Paman Jali itu, pengembangan pasar masih terbuka. Apalagi, lahan masih tersisa dari hamparan sekitar seluas 2 hektar itu.
Pengelolaan pasar, menjadi penekanan penting Paman Jali. Dari pengelolaan Diskoperindag dengan kelurahan, jadi perhatiannya.
“Contoh pasar tradisional yang lamo, itukan di kelola oleh kelurahan. Alhamdulillah, berjalan. Tinggal kito, memanfaatkan tenaga yang ada,” pungkasnya. (*/Aq)
Discussion about this post