PILARJAMBI.COM | KUALATUNGKAL – Musibah longsor yang meratakan sejumlah perumahan warga di RT 06, Kelurahan Senyerang, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjungjabung Barat, masih menyisak kan trauma mendalam bagi warga yang tinggal dialiran sungai Pengabuan.
Peristiwa itu terjadi sekira pukul 02.30 dini hari, pada saat air laut mulai pasang yang menimbulkan ombak besar menghantam perumahan warga yang berada pesisir sungai sehingga perlahan terjadi abrasi air sungai mengakibatkan longsor.
Menurut keterangan Zawiyah (53) salah satu korban longsor, ia mengatakan pada pukul 20.30 wib dirnya mendengar suara getaran atap rumah dan suara retakan tanah, bergegas ia membangunkan anggota keluarganya untuk kabur meninggalkan rumah yang sudah mulai runtuh serta meminta pertolongan kepada warga sekitar.
“Saya terbangun dari tidur mendengar suara seperti hujan lalu langsung membangunkan yang lain untuk keluar dari rumah, minta pertolongan dengan tetangga, dapur sudah mulai rutuh duluan waktu itu tak sempat lagi menyelamatkan barang-barang lain,”tuturnya. Rabu, (13/10/2021).
Sementara itu, Ateng, tetangga korban mengungkapkan, pada saat rumah korban belum sepenuhnya ambruk, dirinya berhasil menyelamatkan setengah barang yang ada ditoko, menurutnya, musibah ini baru kali ini terjadi setelah sebelumnya juga terjadi dikawasan pasar.
“Baru ini lah kalau amblas, dulu pernah di pasar tapi udah sepuluh tahunan, sekarang pasarnya sudah dipindah, dua tahun lalu pernah juga tapi bukan amblas begini,”ujarnya.
Ia menduga amblas nya tanah di pinggir sungai disebabkan oleh abrasi air laut karena banyak kapal besar yang berlalu lalang di sepanjang sungai Pengabuan yang menimbulkan hempasan ombak.
“Ini juga karena kapal kapal besar lewat sini, banyak kapal angkutan batubara, angkutan barang, kapal-kapal yang mau ke Malaysia dan Singapur juga lewatnya sini, jadi terjadi gelombang deras dari kapal itu yang mengikis tanah di pinggir sungai,”timpalnya. (Mam)
Discussion about this post