PILARJAMBI.COM | KOTA JAMBI – Drastisnya penurunan kasus positif Covid-19 dan dibarengi tingginya angka kesembuhan pasien di kota Jambi, membuka peluang sekolah tatap muka. Namun, tetap harus memenuhi beberapa syarat tertentu.
Hal ini disampaikan Fasha usai tampil sebagai pemapar di hadapan tim penilai lomba Binter Kodim tingkat nasional di Makodim 0415/Jambi, Senin (20/9/2021).
Salah satu syarat diberlakukannya sekolah tatap muka, kata Fasha yakni siswa dan tenaga pendidik harus sudah divaksin.
“(Terkait) pendidikan sebentar lagi Kami rapat, karena per tanggal 1 Oktober nanti Saya sudah berlakukan lagi masuk hotel, pusat perbelanjaan dan restoran harus menggunakan sertifikat vaksin atau aplikasi PeduliLindungi,” jelasnya.
“Kemudian (sekolah) tatap muka juga Kami syaratkan sudah divaksin, kecuali yang (umur) 12 (tahun) ke bawah akan diatur dengan regulasi khusus,” tambah Fasha.
Tak hanya siswa, tenaga pendidik juga diminta Fasha dipastikan sudah divaksin. Dengan tegas, Fasha melarang tenaga pendidik yang belum divaksin untuk mengajar.
Kabar baiknya, persentase vaksinasi tenaga pendidik di kota Jambi cukup tinggi. Hal inilah yang juga menjadi salah satu pendorong diberlakukannya sekolah tatap muka tersebut.
“Untuk tenaga pendidik, jika belum divaksin tidak boleh mengajar tatap muka.”
“Tapi Alhamdulillah kota Jambi sudah 87 persen tenaga pendidik yang sudah divaksin,” jelas Fasha. (*)
Discussion about this post