PILARJAMBI.COM | JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan lebih dari empat juta orang di seluruh dunia telah meninggal karena COVID-19. Ini disampaikan badan kesehatan PBB itu ketika banyak negara kaya bersiap untuk melonggarkan pembatasan, bahkan ketika negara-negara di Asia tengah memerangi infeksi yang melonjak.
Seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (8/7/2021), jutaan orang menghadapi lockdown baru di seluruh Asia, dan Indonesia telah muncul sebagai hotspot global dengan tingkat kematian meningkat sepuluh kali lipat dalam sebulan ke rekor 1.040 kematian pada hari Rabu (7/7).
“Dunia berada pada titik berbahaya dalam pandemi ini,” kata kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Rabu (7/7) waktu setempat, menyebut angka empat juta itu terlalu rendah dari jumlah sebenarnya.
Tedros mengecam negara-negara kaya karena menimbun vaksin dan peralatan pelindung dan menuduh mereka bertindak “seolah-olah pandemi sudah berakhir” dengan melonggarkan pembatasan.
Negara-negara kaya seperti Inggris meski menghadapi lonjakan kasus Corona, tetapi vaksinasi massal telah membantu menghindari luapan pasien di rumah sakit dan kematian relatif rendah.
Pemerintah Inggris telah memerintahkan untuk mengakhiri hampir semua pembatasan di Inggris dalam beberapa minggu mendatang. Perdana Menteri Boris Johnson telah mengajak warga Inggris untuk mulai belajar hidup dengan COVID-19.
Tetapi WHO mengingatkan bahwa penularan virus akan meningkat terlepas dari tingkat vaksinasi yang tinggi.
“Saya akan sangat berhati-hati dalam mencabut tindakan kesehatan masyarakat dan sosial saat ini karena ada konsekuensi untuk itu,” kata Direktur Kedaruratan WHO, Michael Ryan ketika ditanya tentang rencana Inggris tersebut.
Ketika negara-negara kaya mulai merencanakan untuk mengubah aturan pembatasan terkait pandemi, lonjakan kasus Corona saat ini menyerang negara-negara miskin.
Tedros pun mengulang permohonannya kepada negara-negara kaya untuk berbagi sumber daya mereka.
“Dari sudut pandang moral, epidemiologis atau ekonomi, sekarang saatnya dunia bersatu untuk mengatasi pandemi ini secara kolektif,” katanya.
Sumber: detik.com
Discussion about this post