PILARJAMBI.COM | TANJAB BARAT – Jelang memasuki tahun ajaran baru sekolah di Tanjab barat telah siap 40 persen untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Namun hal ini akan kembali dipertimbangkan dengan melihat kondisi dan situasi covid-19 kedepan nya.
Kepala Dinas Pendidikan Tanjabbar, Martunis, Selasa (29/12/2020), menyebutkan bahwa 40 persen kesiapan sekolah inipun juga sebenarnya tidak 100 persen siap sesuai dengan edaran kementerian.
“Siap dalam hal ini artinya siap secara segi administrasi, perlengkapan protokol kesehatan. Ini sudah kita sosialisasikan ke kelompok sekolah, sebagian besar yang disarankan di Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga Menteri. Kemudian juga kita ada satgas sekolah yang nantinya koordinasi juga dengan wali murid,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan oleh Martunis bahwa 40 persen sekolah yang siap tersebut merupakan hasil tinjauan ke sejumlah sekolah. Sementara 60 persen sekolah lainnya belum dilakukan peninjauan, dan ini dimungkinkan akan bertambah.
“Jadi kita lihat nanti seperti apa persiapan mereka. Sesuai dengan SKB 3 menteri bahwa aturan tatap muka ini juga di kembalikan kepada pihak sekolah, apakah siap atau tidak, Tapi kita tetap berikan arahan. Kadang-kadang yang disebutkan siap mereka itu belum tentu juga siap atau sesuai standar SKB 3 Menteri tadi. Jadi memang betul-betul harus kita tinjau,”tambahnya.
Martunis Melanjutkan bahwa selama ini sekolah di Kabupaten Tanjabbar kebanyakan melakukan pelaksanaan belajar mengajar dilakukan secara di during, atau diluar jaringan. Adapun pelaksanaannya dilakukan dimana siswa yang hadir tidak seperti biasanya dan dengan jam belajar yang dikurangi.
“Kalau mengenai kapasitas kelasnya kita buat maksimal 20 orang, dan jam pelajaran pun dikurangi menjadi 25 menit permata pelajaran dan pada saat melakukan aktifitas diluar ruangan pun tetap dibatasi agar tidak kontak secara langsung antar siswa,” tutur Kadisdik.
Sementara itu, Martunis juga menyinggung soal pengolahan dana bantuan operasional sekolah yang beberapa sekolah sudah menggunakan untuk membeli perlengkapan untuk proses belajar mengajar tatap muka.
Setidaknya ada 216 Sekolah Dasar dan ada sekitar 46 Sekolah Menengah Pertama baik yang negeri maupun swasta yang ada di Kabupaten Tanjabbar. (Mam)
Discussion about this post