PILARJAMBI.COM – Penyelenggaraan pesta pernikahan modern di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif dinilai perlu tetap berpijak pada nilai-nilai luhur budaya daerah. Untuk menjaga kemurnian adat Melayu Jambi, Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi bersama Seiyo Sekato Organizer menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Prosesi Perkawinan Adat Melayu Tanah Pilih Pusako Batuah pada Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat pemahaman para pelaku industri pernikahan, khususnya wedding organizer (WO), agar prosesi adat tidak sekadar menjadi pelengkap dekorasi, tetapi dijalankan sesuai pakem dan nilai filosofis yang diwariskan secara turun-temurun.
Bimtek yang diikuti puluhan peserta dari kalangan generasi muda, pelaku industri kreatif, serta pegiat budaya itu dibuka langsung oleh Ketua LAM Kota Jambi, Datuk Aswan Hidayat. Turut hadir Founder Seiyo Sekato Organizer Ahadiat Sauki, Owner Seiyo Sekato Organizer Ayu Wahyuni, Sekretaris LAM Kota Jambi, para pemateri, serta tamu undangan.
Dalam sambutannya, Datuk Aswan Hidayat mengapresiasi inisiatif Seiyo Sekato Organizer yang dinilai menjadi pelopor di Kota Jambi dalam meningkatkan kompetensi pelaku wedding organizer terkait prosesi perkawinan adat Melayu.
“Ini merupakan kegiatan perdana di mana ada pihak wedding organizer yang secara sukarela dan resmi mau belajar secara mendalam mengenai prosesi perkawinan secara adat Melayu Jambi yang sah,” ujar Datuk Aswan.
Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi wedding organizer maupun event organizer lainnya agar turut mempelajari dan menerapkan tata cara adat Melayu Jambi secara benar dalam setiap prosesi pernikahan.
MoU Perkuat Pelestarian Adat
Selain sesi pemaparan materi, kegiatan juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara LAM Kota Jambi dan Seiyo Sekato Organizer.
Menurut Datuk Aswan, kerja sama tersebut tidak boleh berhenti sebatas dokumen, tetapi harus diwujudkan melalui program nyata dalam pembinaan dan pendampingan pelaksanaan prosesi perkawinan adat Melayu di Kota Jambi.
Ia menegaskan, tujuan utama dari bimtek ini adalah memastikan seluruh rangkaian prosesi perkawinan adat Melayu tetap dilaksanakan sesuai ketentuan hukum adat sehingga warisan budaya Tanah Pilih Pusako Batuah tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Hindari Kesalahan Prosesi Pernikahan
Founder Seiyo Sekato Organizer, Ahadiat Sauki, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kebutuhan untuk menyamakan persepsi antara pelaku industri pernikahan dengan para pemangku adat.
Menurutnya, masih ditemukan kesalahan maupun perbedaan pemahaman mengenai tata cara prosesi adat dalam pelaksanaan pesta pernikahan.
“Kegiatan ini kami gelar secara khusus untuk menghindari terjadinya mispersepsi atau kesalahan tata cara ketika prosesi perkawinan adat berlangsung. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas sambutan hangat dan keterbukaan dari pihak LAM Kota Jambi. Ini adalah bentuk upaya bersama kita untuk melestarikan keagungan budaya Melayu dalam setiap sendi pernikahan,” kata Ahadiat Sauki.
Melalui pembekalan ini, para pelaku wedding organizer diharapkan mampu menghadirkan layanan pernikahan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga menghormati nilai-nilai budaya, filosofi, dan tata cara adat Melayu Jambi.
Sinergi antara LAM Kota Jambi dan Seiyo Sekato Organizer tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjaga kelestarian tradisi perkawinan adat Melayu Tanah Pilih Pusako Batuah sekaligus menjadi inspirasi bagi pelaku industri pernikahan lainnya di Provinsi Jambi. **










































































































Discussion about this post