PILARJAMBI.COM– Semangat petani dan nelayan Kabupaten Muaro Jambi untuk mengikuti Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 tak surut meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan tingginya biaya transportasi udara.
Sebanyak enam orang perwakilan Kabupaten Muaro Jambi menjadi bagian dari 40 peserta kontingen Provinsi Jambi yang akan mengikuti PENAS XVII di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Kegiatan nasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 19–25 Juni 2026.
Pembukaan PENAS XVII direncanakan dilakukan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada 20 Juni 2026, sementara penutupan dijadwalkan dihadiri Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada 24 Juni 2026. Perkiraan peserta hadir sebanyak lebih dari 19.000 orang dari seluruh provinsi di Indonesia
Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Muaro Jambi, Luthfi Noor, mengatakan enam peserta tersebut terdiri dari empat peserta utama dan dua orang pendamping dari Dinas TPH yang akan bergabung dengan kontingen Provinsi Jambi.
“Untuk keberangkatan peserta dibantu dana oleh Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dan kontribusi peserta,” ujar Luthfi Noor, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat peserta asal Muaro Jambi harus menempuh perjalanan panjang melalui jalur darat dan laut. Berbeda dengan sebagian besar peserta dari kabupaten dan kota lain di Provinsi Jambi yang menggunakan transportasi udara, kontingen Muaro Jambi memilih alternatif perjalanan yang lebih ekonomis.
Keberangkatan peserta dilepas langsung oleh Sekretaris KTNA Provinsi Jambi, Yuserli, di Kota Jambi pada Sabtu (13/6/2026).
Perjalanan Panjang Menuju Gorontalo
Rombongan berangkat dari Kota Jambi menuju Surabaya menggunakan bus eksekutif pada 13 Juni 2026 pukul 18.00 WIB. Selanjutnya, pada 15 Juni 2026 mereka melanjutkan perjalanan menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan.
Setelah tiba di Makassar, rombongan kembali melanjutkan perjalanan darat menggunakan bus sleeper menuju Palu, kemudian melanjutkan perjalanan ke Gorontalo dengan bus eksekutif.
Selama mengikuti PENAS XVII, para peserta dijadwalkan mengikuti berbagai agenda, antara lain acara pembukaan dan penutupan, temu wicara, asah terampil, gelar teknologi, pameran, hingga karya wisata.
Peserta Menurun Dibanding PENAS Sebelumnya
Ketua KTNA Kabupaten Muaro Jambi, Uun Suheli, mengungkapkan jumlah peserta yang diberangkatkan tahun ini jauh lebih sedikit dibandingkan PENAS XVI Tahun 2023 di Padang, Sumatera Barat.
“Sebelumnya pada Penas XVI Tahun 2023 di Kota Padang (Sumbar) Kontingen Muaro Jambi mengirimkan 46 orang dan kini hanya 6 orang karena keterbatasan dana dan kurangnya partisipasi petani dan nelayan untuk mengikuti kegiatan ini,” katanya.
Meski demikian, Uum menyampaikan apresiasi kepada Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno (BBS) dan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi yang tetap memberikan dukungan terhadap keberangkatan peserta.
Ia juga berharap pemerintah provinsi dapat memberikan dukungan lebih besar, khususnya dalam membantu pembiayaan transportasi peserta pada kegiatan nasional serupa di masa mendatang.
Tiket Pesawat Melonjak, Jalur Darat dan Laut Jadi Solusi
Keputusan menggunakan jalur darat dan laut tidak terlepas dari melonjaknya harga tiket pesawat rute Jambi–Gorontalo menjelang pelaksanaan PENAS XVII.
Harga tiket yang sebelumnya berkisar Rp2,8 juta per orang kini meningkat hingga di atas Rp5 juta per orang.
“Biasanya tiket pesawat Jambi-Gorontalo sekitar Rp2,8 juta, sekarang sudah di atas Rp5 juta. Karena itu kami sepakat menggunakan transportasi darat dan laut agar tetap bisa berangkat mengikuti PENAS,” ujar salah satu perwakilan kontingen Jambi.
Meski telah menyusun rencana perjalanan utama, kontingen Jambi juga menyiapkan alternatif perjalanan apabila terjadi perubahan jadwal kapal atau kendala teknis lainnya.
“Kalau jadwal kapal atau perjalanan darat tidak memungkinkan, kami akan terbang ke Manado lalu melanjutkan perjalanan darat ke Gorontalo yang memakan waktu sekitar delapan jam,” ujarnya.
Apresiasi dari Gubernur Gorontalo
Semangat para peserta asal Jambi mendapat apresiasi dari Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail. Menurutnya, perjuangan tersebut menunjukkan besarnya arti PENAS bagi petani dan nelayan Indonesia.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dan tekad para peserta dari Provinsi Jambi yang rela menempuh perjalanan panjang demi hadir di Gorontalo. Ini menunjukkan bahwa PENAS memiliki makna besar bagi para petani dan nelayan Indonesia,” ujar Gusnar dilansir dari hibata.id pada Senin 15 Juni 2026.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama panitia penyelenggara siap memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah.
“Kami merasa terhormat dipercaya menjadi tuan rumah. Karena itu kami berkomitmen menyambut seluruh peserta dengan pelayanan yang baik agar mereka merasa nyaman selama berada di Gorontalo,” katanya.
PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 diperkirakan akan diikuti ribuan peserta dari seluruh provinsi di Indonesia. Ajang ini menjadi forum nasional bagi petani dan nelayan untuk bertukar pengalaman, teknologi, serta inovasi dalam upaya memperkuat sektor pertanian dan perikanan nasional. (***)











































































































Discussion about this post