PILARJAMBI.COM – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) kembali menggelar Media Field Trip Forum Jurnalis Migas (FJM) Jambi Tahun 2026. Kegiatan ini mengusung tema Penguatan Komitmen HSSE dan Kontribusi Program Pemberdayaan Masyarakat bagi Warga Sekitar Operasi.
Kegiatan yang dipusatkan di Wilayah Kerja Zona 1 Field Jambi tersebut melibatkan 60 jurnalis dari berbagai media yang tergabung dalam FJM Provinsi Jambi. Selain memperkuat kemitraan strategis antara industri hulu migas dan media, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai operasional industri hulu migas secara langsung.
Sejak pagi, para peserta berkumpul di Kantor Lapangan Field Jambi untuk mengikuti rangkaian kegiatan. Sebelum memasuki area operasional, seluruh jurnalis diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan melalui Daily Check Up medis yang meliputi pengecekan tekanan darah, suhu tubuh, dan kondisi fisik umum.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penerapan standar Health, Safety, Security and Environment (HSSE) yang ketat mengingat industri hulu migas merupakan sektor dengan risiko kerja tinggi.
“Industri hulu migas punya risiko tinggi. Satu kelalaian kecil bisa berakibat fatal. Karena itu kami terapkan standar HSSE yang sama untuk semua, baik pekerja, tamu, maupun rekan media,” ujar perwakilan Fungsi HSSE PEP Jambi saat membuka safety briefing.
Selain pemaparan jalur evakuasi dan titik kumpul darurat, peserta juga diberikan penjelasan mengenai penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) serta berbagai ketentuan keselamatan yang wajib dipatuhi selama berada di area operasi.
Pjs Manager Field Jambi PEP, Alfian Mayando, menyampaikan apresiasi kepada para jurnalis yang selama ini turut mengawal informasi sektor energi kepada masyarakat.
“Media mitra strategis, publik perlu tahu operasi migas yang Aman dan bertanggung Jawab,” kata Alfian.
Ia menambahkan, kegiatan media field trip menjadi bukti kolaborasi antara SKK Migas dan KKKS dalam mendukung keberlanjutan industri migas sekaligus pembangunan daerah.
“Terima kasih. Media field trip ini bukti kolaborasi SKK Migas dan KKKS dalam mendukung keberlanjutan industri serta keberlanjutan bagi pembangunan daerah,” sambungnya.
Menurut Alfian, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman masyarakat terhadap industri migas.
“Mengajak jurnalis melihat lebih dekat bagaimana komitmen kami dalam menanggulangi keadaan darurat. Transparansi seperti ini penting agar masyarakat punya gambaran utuh, bukan sekadar persepsi. Kontribusi rekan media sangat penting mengawal pemberitaan energi yang akurat, berimbang, dan mendidik publik. Tanpa media, narasi positif industri migas tidak akan sampai ke masyarakat luas,” katanya.

Sementara itu, Ketua FJM Jambi, Drs. H. Mursyid Yusmar Sonsang, M.Pd, menegaskan bahwa kunjungan lapangan merupakan momentum penting bagi jurnalis untuk memahami realitas operasional migas secara objektif dan berbasis fakta.
Ia menjelaskan, sejak berdiri pada 2014, FJM Jambi terus berkembang dari 17 anggota menjadi 59 anggota aktif. Menurutnya, FJM menjadi mitra strategis SKK Migas dan KKKS dalam menyampaikan informasi energi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.
“Kita membangun organisasi dengan kebersamaan, tegas dan terukur. Sikap tegas itu juga diterapkan saat evaluasi. Beberapa media dikeluarkan dari keanggotaan saat rapat evaluasi di Linggau. Alasannya karena tidak aktif memuat rilis berita. Tidak pernah satupun memuat rilis sehingga kita keluarkan dari keanggotaan FJM,” ujar tokoh pers senior yang juga alumni Lemhannas RI Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XVII.
Meski demikian, Mursyid menegaskan FJM tetap menjunjung independensi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Boleh memuat berita, tetapi diperlukan konfirmasi supaya berita berimbang. Kita tidak pernah membatasi hak wartawan,” tegasnya.
Pada sesi edukasi, tim HSSE PEP Jambi memaparkan gambaran umum operasional Zona 1 Field Jambi, mulai dari proses produksi migas, penerapan keselamatan kerja hingga pengelolaan lingkungan melalui pengolahan limbah dan pemantauan kualitas udara.
Salah satu agenda yang menarik perhatian peserta adalah Atraksi Fire Ground HSSE yang digelar pada pukul 09.40 WIB. Dalam simulasi tersebut, tim tanggap darurat PEP Jambi memperagakan prosedur pemadaman kebakaran di area operasi menggunakan peralatan lengkap dan standar keselamatan yang berlaku.
“Simulasi ini rutin kami lakukan. Tujuannya melatih reflek tim dan meyakinkan semua pihak bahwa aspek keselamatan bukan sekadar slogan, tapi budaya kerja,” jelas Koordinator Tim HSSE.
Dalam sesi diskusi, jurnalis juga menanyakan kesiapsiagaan perusahaan dalam menghadapi kebakaran di kawasan padat penduduk yang berada di sekitar wilayah operasi.

Menanggapi hal tersebut, tim HSSE menjelaskan bahwa waktu respons maksimal penanganan keadaan darurat ditetapkan selama 15 menit.
“Jika terjadi di area dekat sumur yang berada di kawasan padat penduduk, kami berkoordinasi dengan tim lain,” jelas petugas HSSE.
Menurutnya, metode penanganan akan disesuaikan dengan sumber kebakaran.
“Apabila terjadi kebakaran di area masyarakat, evakuasi dilakukan setelah pemadaman,” ujarnya.
“Apabila yang terbakar rumah dipadamkan menggunakan air. Apabila minyak, pemadaman menggunakan foam.”
Pada penutupan kegiatan, Kurnia Ari Wijayanti yang mewakili Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel Bambang Dwijianto dan Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi Syafei Syafri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Semoga kita semua mendapat nilai tambah atas kegiatan kali ini. Apresiasi setinggi-tingginya kepada KKKS atas komitmennya melaksanakan kegiatan yang sudah direncanakan,” ujar Kurnia.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar kunjungan lapangan, tetapi juga bagian dari upaya membangun pemahaman publik terhadap pentingnya industri hulu migas bagi pembangunan nasional dan daerah.
Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan edukasi mengenai industri migas, mulai dari aktivitas KKKS hingga proses eksplorasi dan pengeboran.
“Dari SKK Migas tidak kekurangan objek untuk diberitakan. Seperti pelaksanaan program Peningkatan Perekonomian Masyarakat yang merupakan salah satu komitmen kehadiran kami berdampak langsung kepada masyarakat sekitar,” katanya.
Kurnia berharap berbagai pihak, termasuk masyarakat, dapat memberikan dukungan terhadap keberlangsungan industri hulu migas sehingga manfaat ekonomi dan sosial yang dihasilkan dapat dirasakan secara luas.
“Teman jurnalis menjadi saksi bagaimana effort-nya SKK Migas. Kami saat ini proaktif mencari investor industri hulu migas,” tutupnya. (**)










































































































Discussion about this post