PILARJAMBI.COM — Menjelang peringatan Hari Jadi ke-625 Tanah Pilih Pusako Batuah dan HUT ke-80 Pemerintah Kota Jambi, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menegaskan bahwa persoalan sampah dan pengawasan penggunaan APBD masih menjadi perhatian serius yang harus segera dibenahi pemerintah daerah.
Menurut Kemas Faried, momentum hari jadi Kota Jambi seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi bahan evaluasi terhadap kualitas pelayanan publik yang dirasakan masyarakat.
“Prinsipnya sudah banyak capaian yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Jambi. Itu bisa dilihat dan disaksikan masyarakat,” ujarnya.
Meski mengapresiasi pembangunan yang terus berjalan, ia mengingatkan Pemerintah Kota Jambi agar tidak cepat berpuas diri. Sebab, masih banyak persoalan mendasar yang menjadi keluhan warga, terutama terkait pengelolaan sampah di sejumlah kawasan kota.
Sampah Jadi Keluhan Utama Warga
DPRD Kota Jambi menilai persoalan sampah kini bukan sekadar isu kebersihan lingkungan, tetapi sudah berkaitan langsung dengan kenyamanan masyarakat dan kualitas pelayanan publik.
Keluhan seperti keterlambatan pengangkutan sampah, munculnya titik pembuangan liar, hingga keterbatasan armada pengangkut disebut masih banyak disampaikan warga kepada DPRD.
Karena itu, DPRD Kota Jambi terus mendorong pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Pemerintah Kota Jambi jangan berpuas diri, karena masih banyak persoalan yang harus diselesaikan. Itu harus diselesaikan dengan kerja sama,” katanya.
Kemas juga menilai pemerintah mulai menunjukkan komitmen dalam penanganan sampah, salah satunya melalui penambahan armada pengangkut sampah serta penguatan sistem pengelolaan berbasis masyarakat.
“Saya melihat Pemerintah Kota Jambi berkomitmen menyelesaikan persoalan tersebut, walaupun saat ini baru dua unit mobil angkutan sampah. Dan itu ditargetkan bisa diselesaikan pada bulan Juni nanti,” jelasnya.
Program Lingkungan Harus Tepat Sasaran
Selain armada pengangkut, Kemas turut menyoroti pentingnya penguatan Program Kampung Bahagia dan Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM).
Menurutnya, program lingkungan harus benar-benar menyentuh masyarakat hingga tingkat RT dan tidak berhenti pada kegiatan simbolis semata.
Ia juga mendukung langkah Pemerintah Kota Jambi dalam memproses pembangunan depo transfer sampah sebagai bagian dari penataan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan terintegrasi.
Pengawasan APBD Diperketat
Tak hanya fokus pada isu lingkungan, Kemas Faried Alfarelly juga menekankan pentingnya pengawasan penggunaan APBD agar setiap program pembangunan berjalan transparan, efektif, dan tepat sasaran.
Menurutnya, DPRD Kota Jambi akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum guna memastikan penggunaan anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kita juga akan bekerja sama dengan APH untuk melakukan pengawasan terhadap anggaran di APBD agar penggunaannya transparan,” pungkasnya.
Rapat paripurna Hari Jadi ke-625 Tanah Pilih Pusako Batuah dan HUT ke-80 Pemerintah Kota Jambi sendiri dijadwalkan berlangsung pada 2 Juni 2026 mendatang. Momentum tersebut diharapkan menjadi pengingat penting bahwa pembangunan kota harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik dan penyelesaian persoalan masyarakat. (*)








































































































Discussion about this post