PILARJAMBI.COM– Wali Kota Jambi Maulana meninjau pelaksanaan gotong royong Program Kampung Bahagia Tahap II Tahun 2026 di sejumlah wilayah Kota Jambi, Minggu (11/10/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan lingkungan dan layanan sosial berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Maulana didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, serta tokoh masyarakat.
Peninjauan dilakukan di tiga lokasi, yakni RT 35 Kelurahan Payo Selincah, RT 15 Kelurahan Bakung Jaya, dan RT 38 Kelurahan Paal Merah. Pembangunan yang ditinjau meliputi pendopo warga, halte penjemputan anak sekolah, perbaikan drainase, hingga pengecoran jalan lingkungan.
Kampung Bahagia Bangun Pendopo dan Gelar Donor Darah
Lokasi pertama yang dikunjungi Maulana adalah RT 35 Kelurahan Payo Selincah. Di sana, ia meninjau peletakan batu pertama pembangunan pendopo atau balai pertemuan warga yang dibiayai melalui Program Kampung Bahagia.
Pendopo tersebut dirancang dilengkapi fasilitas pendukung, seperti instalasi pencahayaan, tempat duduk, dan pengeras suara untuk menunjang kegiatan kemasyarakatan.
Selain pembangunan fisik, warga juga mendapatkan layanan sosial dan kesehatan. Pemkot Jambi bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jambi menggelar donor darah serta pemeriksaan kesehatan gratis melalui puskesmas setempat.
Maulana turut mengapresiasi kerukunan dan toleransi masyarakat setempat yang berasal dari berbagai latar belakang etnis. Menurutnya, semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat.
Halte Sekolah dan Perbaikan Drainase di Bakung Jaya
Peninjauan berlanjut ke RT 15 Kelurahan Bakung Jaya. Di lokasi ini, Program Kampung Bahagia Tahap II dimanfaatkan untuk membangun halte penjemputan anak sekolah.
Fasilitas tersebut diharapkan menyediakan area tunggu yang lebih aman dan tertata bagi siswa maupun orang tua. Lokasinya berada di persimpangan dekat madrasah yang kerap mengalami penumpukan kendaraan saat jam pulang sekolah.
Untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas, Pemkot Jambi melalui Dinas Perhubungan juga akan menambahkan fasilitas penyeberangan berupa zebra cross.
Pada saat bersamaan, warga bergotong royong membersihkan dan memperbaiki saluran drainase sepanjang 100 meter. Perbaikan ini ditujukan untuk memperlancar aliran air saat hujan dan mengurangi potensi genangan di lingkungan permukiman.
Jalan Lingkungan 100 Meter Dicor di Paal Merah
Lokasi terakhir yang ditinjau Maulana adalah RT 38 Kelurahan Paal Merah. Di sana, warga bergotong royong melakukan pengecoran jalan lingkungan sepanjang 100 meter, dengan lebar 3 meter dan ketebalan cor 10 sentimeter.
Jalan tersebut menjadi akses penghubung bagi tiga wilayah RT. Pembangunan ini diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan konektivitas antarlingkungan, serta mendukung aktivitas ekonomi warga.
Maulana mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam pembangunan melalui Program Kampung Bahagia. Ia menilai keterlibatan warga sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan penting agar pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
“Program Kampung Bahagia diharapkan mampu menjawab langsung kebutuhan masyarakat. Melalui perencanaan yang sesuai dengan kebutuhan warga dan pelaksanaan secara gotong royong, berbagai fasilitas yang dibutuhkan masyarakat dapat diwujudkan bersama,” ujar Maulana.
Ia menegaskan, program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, seperti jalan, drainase, dan halte, tetapi juga pada penguatan kebersamaan, kepedulian sosial, serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
“Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat. Dengan semangat gotong royong, kita berharap lingkungan semakin tertata, akses masyarakat semakin baik, dan keharmonisan warga terus terjaga,” pungkasnya.
Melalui Program Kampung Bahagia, Pemkot Jambi mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan lingkungan agar fasilitas yang dibangun sesuai kebutuhan warga dan dapat dimanfaatkan bersama. **











































































































Discussion about this post