PILARJAMBI.COM– Bank Jambi terus melakukan pembenahan sistem keamanan dan optimalisasi layanan mobile banking setelah insiden siber yang terjadi beberapa waktu lalu. Penyempurnaan tersebut ditargetkan berlangsung secara bertahap hingga Desember 2026.
Komisaris Utama Bank Jambi, Sudirman, mengatakan pembenahan dilakukan untuk memastikan keamanan sistem dan melindungi nasabah sebelum layanan transaksi digital kembali beroperasi secara penuh.
Menurutnya, proses pemulihan juga harus memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan Bank Indonesia (BI), terutama untuk transaksi perbankan yang melibatkan bank lain.
“Bukan hambatan, tapi lebih pada pengamanan. Karena untuk buka atau tutupnya operasional perbankan khusus transaksi itu ada di Bank Indonesia,” kata Sudirman, Rabu (16/9/2026).
Ia menjelaskan, Bank Jambi telah menerima petunjuk teknis dari BI yang kini ditindaklanjuti melalui proses penyempurnaan sistem.
Transfer Keluar Masih dalam Tahap Pembenahan
Sudirman menyebut layanan mobile banking Bank Jambi masih berada pada tahap transaksi internal atau on-us. Dalam skema ini, transaksi tertentu yang melibatkan rekening Bank Jambi masih dapat dilakukan, sedangkan transfer keluar ke bank lain masih dalam proses penyempurnaan.
Sementara itu, nasabah tetap dapat menerima dana transfer dari bank lain.
Bank Jambi bersama para pemangku kepentingan terus mendorong percepatan pemulihan layanan. Pihak yang terlibat antara lain Dewan Komisaris, Direksi, pemegang saham, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kita targetkan penyelesaian pembenahan ini secara bertahap pada September, Oktober, November, hingga batas akhirnya di Desember,” tegas Sudirman.
Meski demikian, pengoperasian penuh layanan transaksi tetap bergantung pada penyelesaian pembenahan teknis dan pemenuhan persyaratan keamanan yang ditetapkan otoritas terkait.
Bank Jambi Tanggapi Keluhan Perubahan Saldo Nasabah
Terkait keluhan mengenai penurunan saldo rekening nasabah, termasuk kalangan pegawai negeri sipil (PNS), Sudirman menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan perpindahan dana yang dilakukan nasabah secara manual untuk memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari.
Menurutnya, sebagian nasabah memindahkan dana ke rekening lain untuk sementara waktu karena fitur transfer antarbank masih dalam proses pemulihan.
Sudirman juga menyatakan bahwa hingga saat itu tidak ada rekening nasabah yang ditutup. Ia menilai hal tersebut menunjukkan nasabah masih mempertahankan hubungan dengan Bank Jambi.
Namun, perubahan saldo rekening perlu dibedakan dari penutupan rekening karena keduanya merupakan kondisi yang berbeda.
Isu Pemindahan Dana PNS ke Himbara
Dalam kesempatan tersebut, Sudirman turut menanggapi isu mengenai rencana pemindahan dana PNS ke bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Ia menepis isu tersebut dan menyatakan bahwa, berdasarkan informasi yang diterimanya, Menteri Keuangan telah memberikan penjelasan bahwa pemindahan dana tersebut tidak akan dilakukan.
Menurut Sudirman, kepastian tersebut penting bagi bank pembangunan daerah, termasuk Bank Jambi, dalam menjaga kepercayaan nasabah dan mengelola dana masyarakat.
Bank Jambi berharap proses pembenahan sistem dapat diselesaikan sesuai tahapan yang direncanakan. Dengan penguatan keamanan dan pemulihan fitur transaksi, layanan digital perseroan diharapkan dapat kembali berfungsi lebih optimal serta memberikan kenyamanan bagi nasabah.
Meski demikian, kepastian mengenai pemulihan seluruh fitur mobile banking tetap perlu merujuk pada pengumuman resmi Bank Jambi dan otoritas terkait. **







































































































Discussion about this post