Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi melalui Bidang Pembinaan SMK menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Dana Alokasi Khusus (DAK) Peralatan Tahun 2025 yang diikuti oleh kepala sekolah dan guru vokasi dari sejumlah SMK penerima bantuan peralatan.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman satuan pendidikan terkait pemanfaatan dan pengelolaan bantuan peralatan yang berstandar industri, sehingga proses pembelajaran vokasi dapat berjalan lebih optimal dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi yang diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan SMK, Harmonis, S.Pd.I., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa SMK merupakan pendidikan vokasi yang berfokus menyiapkan siswa agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
“SMK adalah pendidikan vokasi yang substansinya menyiapkan siswa untuk punya skill atau kompetensi berstandar industri. Oleh sebab itu, pemenuhan peralatan di setiap SMK mutlak adanya. Jika peralatan sudah ada dan berstandar industri, maka alumni SMK siap untuk BMW — Bekerja, Melanjutkan, dan Berwirausaha,” ujar Harmonis.
Bimtek ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, seperti Kejaksaan Tinggi Jambi, Polda Jambi, Bappeda, Inspektorat, dan BPKPD Jambi. Mereka memberikan arahan terkait regulasi, akuntabilitas, dan tata kelola bantuan agar pelaksanaan DAK dapat berjalan transparan dan tepat sasaran.
Harmonis menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan DAK Peralatan Tahun 2025, Disdik Provinsi Jambi terlebih dahulu meminta masukan dari setiap satuan pendidikan untuk mengusulkan jenis-jenis peralatan yang benar-benar dibutuhkan dan sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) DAK 2025.
“Sehingga nantinya alat yang diberikan betul-betul dapat digunakan oleh sekolah dan guru vokasinya dalam kegiatan belajar mengajar,” tambahnya.
Ia berharap, pelaksanaan bimtek ini dapat memberikan manfaat bagi sekolah-sekolah penerima bantuan serta memperkuat kualitas pendidikan vokasi di Provinsi Jambi.
“Dengan demikian, bimbingan teknis DAK ini dapat bermanfaat bagi satuan pendidikan secara khusus dan Pemerintah Provinsi Jambi pada umumnya,” tutup Harmonis.











































































































Discussion about this post