PILARJAMBI.COM – DPRD Provinsi Jambi angkat bicara terkait konflik antara guru dan siswa yang memicu perhatian publik. Ketua DPRD, Muhammad Hafiz Fattah, menegaskan pentingnya peran Dinas Pendidikan dalam meredam polemik tersebut.
Ia meminta Disdik segera memfasilitasi pertemuan antara pihak yang berselisih guna menghindari berkembangnya informasi yang tidak utuh di masyarakat.
“Perlu ada klarifikasi bersama agar tidak terjadi multi tafsir. Disdik harus hadir menengahi persoalan ini,” katanya.
Hafiz menjelaskan, perbedaan pandangan antara guru dan siswa menjadi faktor utama yang membuat kasus ini sulit disimpulkan secara sepihak.
Karena itu, ia menilai pendekatan dialog dan mediasi menjadi langkah strategis untuk mencari solusi terbaik tanpa memperkeruh situasi.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya menjadikan kasus ini sebagai momentum evaluasi dunia pendidikan di Jambi, khususnya dalam pembinaan karakter dan hubungan antara guru dan siswa.
“Ke depan, sistem pendidikan harus mampu menciptakan hubungan yang sehat, saling menghormati, dan berorientasi pada peningkatan kualitas SDM,” ujarnya.
Di sisi lain, Kabid SMK Disdik Provinsi Jambi, Harmonis, menyebut penyelesaian melalui pendekatan restorative justice menjadi prioritas.
Selain menjaga kondusivitas sekolah, Disdik juga telah berkoordinasi dengan aparat keamanan sebagai langkah antisipasi.
Ia menambahkan, dinamika hubungan guru dan siswa saat ini turut dipengaruhi perkembangan teknologi dan regulasi, termasuk perlindungan anak.
“Siswa dan guru harus sama-sama menjaga sikap dan emosi. Semua harus proporsional dalam bertindak,” ujarnya.
DPRD Provinsi Jambi berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan secara bijak, sehingga tidak mengganggu stabilitas dunia pendidikan di daerah.**











































































































Discussion about this post